itu triad gejala khas perikarditis akut Terdiri dari nyeri dada, gosok perikardial dan demam. Namun, penyakit ini dapat memanifestasikan dirinya melalui gejala yang sangat bervariasi:

  • Nyeri toraks: nyeri perikardium biasanya terletak di bagian tengah dada, menjalar ke leher, punggung, atau bahu. Ini dapat bersifat opresif atau nyata sebagai sensasi terbakar dan intensitasnya (dari sangat ringan hingga sangat intens) dan durasinya (berjam-jam hingga berhari-hari) sangat bervariasi. Ini meningkat secara khas dengan batuk, dengan pernapasan dalam dan ketika berbaring dalam posisi horizontal, mampu membaik dengan duduk tegak dan bersandar ke depan.
  • Gesekan perikardial: ketika mendengarkan jantung dengan stetoskop, dokter dapat mendengar suara khas perikarditis akut yang disebut gosok perikardial. Namun, suara ini tidak terdengar pada semua pasien dengan radang perikardium, atau hanya dapat terdengar pada beberapa tahap evolusi penyakit.
  • Demam (suhu tubuh lebih dari 38ºC) dan lebih sering demam ringan.
  • Efusi perikardial: Peradangan pada perikardium dapat menyebabkan cairan menumpuk di rongga perikardium. Gejala-gejala yang dihasilkan oleh fenomena ini akan tergantung pada jumlah dan kecepatan cairan menumpuk di kantung perikardial. Ini dapat menyebabkan tamponade jantung, yang merupakan sindrom yang dihasilkan oleh peningkatan tekanan intrakardiak sekunder akibat akumulasi cairan di kantung perikardial, yang menghambat pengisian jantung dan fungsi yang tepat. Itu bisa berakhir dengan kematian.
  • Efusi pleura: pada auskultasi paru juga dapat didengar suara-suara lain yang disebut crepitantes yang menunjukkan adanya efusi pada ruang pleura (pleura adalah selaput yang mengelilingi paru-paru).
  • Kesulitan bernafas
  • Batuk kering
  • Kelelahan
  • Kecemasan

5 GEJALA AWAL SAKIT JANTUNG yang perlu di waspadai (Oktober 2019).