Endoskopi gastrointestinal bagian atas (esofagoskopi) dan biopsi adalah tes dasar untuk diagnosis kanker kerongkongan. Tes lain seperti transit esofagus (mengambil bubur dengan barium - kontras radiologis - dan radiografi selanjutnya) dapat memandu diagnosis dan terutama mengesampingkan keberadaan fistula trakeo-esofagus (komunikasi esofagus dengan trakea).

Penelitian ini dilengkapi dengan bronkoskopi (untuk mengesampingkan keterlibatan sistem pernapasan) dan, baru-baru ini, sebuah teknik baru telah dimasukkan, echoendoscopy (eksplorasi yang memungkinkan visualisasi langsung dari interior esofagus dan visualisasi ultrasound dari interior dindingnya. , serta struktur yang mengelilingi visera ini - mediastinum - dengan memasukkan selang fleksibel melalui mulut) untuk memeriksa keterlibatan lokoregional penyakit, menentukan kedalaman lesi dan keterlibatan kelenjar getah bening.

Studi ekstensi dilakukan dengan CT scan dada dan perut. Sejumlah investigasi telah menunjukkan kegunaan PET-CT dalam diagnosis kanker kerongkongan, karena mendeteksi hingga 15% lesi lebih jauh yang tidak dibuktikan oleh CT, sehingga semakin digunakan untuk merugikan yang pertama. .

Obat Kanker Tenggorokan (Oktober 2019).