Walaupun sudah banyak penelitian untuk mencoba mengetahuinya penyebab dyspraxia, belum mungkin menetapkan secara jelas apa asalnya. Penelitian terbaru menghubungkannya dengan ketidakdewasaan dalam perkembangan saraf atau cedera pada tahap awal perkembangan jaringan saraf, seperti:

  • Afeksi pada janin selama kehamilan (obat-obatan, tembakau atau alkohol).
  • Kelahiran traumatis dengan gawat janin (gangguan pasokan oksigen ke otak).
  • Prematuritas (anak-anak yang lahir di bawah 37 minggu kehamilan).

Faktor risiko lain untuk munculnya dyspraxia adalah keberadaan riwayat kasus serupa di dalam keluarga.

Ketika dyspraxia muncul pada individu dewasa, biasanya disebabkan oleh stroke di mana jaringan neuron dipengaruhi oleh kurangnya suplai darah (stroke).

Tidak seperti apa yang tampak pada awalnya, ini bukan kelainan otot, karena struktur dan anatomi saraf dan otot masih utuh. Perubahan terletak pada tingkat perencanaan dan urutan tugas, dari koordinasi teratur dari berbagai gerakan sederhana yang menimbulkan gerakan kompleks, seperti dalam contoh yang telah kita sebutkan di bagian sebelumnya.

Gangguan ini tidak menyiratkan penurunan kapasitas intelektual; yaitu, anak-anak dengan dyspraxia memiliki kecerdasan normal, tetapi kesulitan mereka dalam melakukan tugas-tugas tertentu membuatnya tampak lebih canggung atau lambat dari sisa anak-anak pada usia yang sama. Kadang-kadang dapat dikaitkan dengan gangguan lain, seperti attention deficit hyperactivity disorder (ADHD).

Guillain-Barre Syndrome - causes, symptoms, diagnosis, treatment, pathology (Oktober 2019).